Pengertian Dan Fungsi Relay

Posted on

Relay adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai Saklar atau Switch. Dari pengertianya relay dapat diartikan sebagai komponen yang dapat memutuskan suatu kabel atau suatu jalur listrik. Relay memiliki dua komponen atau bagian utama yaitu Coil  dan Saklar. Coil pada relay berfungsi sebagai elektromagnetik untuk mengatur dan mengontrol saklar sehingga posisi saklar berada pada kondisi terbuka atau tertutup. Sedangkan saklar sendiri merupakan bagian mekanikal yang berperan sebagai pemutus dan penghubung jalur yang tersambung dengan relay.

Simbol Relay

Seperti komonen elektronika lainya, relay juga memiliki symbol yang dapat menunjukan system dasar pada sebuah relay. Ada beberapa bentuk symbol relay berdasarkan jenis golongan relay, yaitu Single Pole Single Throw (SPST), Single Pole Double Throw (SPDT), Double Pole Single Throw (DPST) dan Double Pole Double Throw (DPDT). Dari setiap jenis tersebut memiliki perbedan pada Pole dan Throw. Pada situs teknikelektronika.com dijelaskan bahwa Pole merupakan “Banyaknya kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay”, sedangkan Throw merupakan “Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah kontak (contact). Berikut adalah symbol-simbol relay:

Kontak Poin

Setiap relay memiliki output yang disebut saklar, pada saklar tersebut terdapat dua buah kontak poin yang harus kita ketahui fungsi dan maksud dari kedua memiliki output yang disebut saklar, pada saklar tersebut terdapat dua buah kontak poin yang harus kita ketahui fungsi dan maksud dari kedua kontak poin tersebut. Kedua kontak poin yang dimaksud adalah NO dan NC, dimana:

  • NO atau Normally Open adalah kondisi awal saklar pada saat relay belum difungsikan atau diaktifkan. Kondisi saklar akan terus terbuka atau tidak terhubung sampai ada perintah dari coil untuk menutupnya.
  • NC atau Normally Close adalah kondisi awal saklar pada saat relay belum difungsikan atau diaktifkan. Konsisi saklar akan terus tertutup atau terhubung sampai ada perintah dari coil untuk membukanya.

 

Relay dapat bekerja pada tegangan yang kecil namun dapat mengontrol tegangan yang sangat besar. Kemampuan sebuah relay dapat dilihat pada case atau bagian luar dari relay yang menunjukan relay bekerja pada tegangan berapa volt dan berapa maksimal tegangan yang dapat dikontrol oleh relay tersebut. Lihat gambar relay berikut:

Pada gambar relay diatas terdapat tulisan 03VDC, yang berarti relay tersebut dapat bekerja hanya pada tegangan sebesar 3v DC saja. Pada contoh lain, relay yang sering digunakan oleh para developer mikrokontroler adalah jenis relay yang bekerja pada tegangan 5VDC yang biasa digunakan untuk mengatur atau mengontrol lampu rumah, kipas angin dan barang-barang elektronik lainya yang ingin di control dengan menggunakan saklar relay. Contoh lainya yang banyak menggunakan relay adalah sepeda motor. Relay yang terdapat pada sepeda motor umumnya relay yang bekerja pada tegangan 12v – 14v karena aki pada sepeda motor adalah sebesar 12v – 14v. Relay pada sepeda motor digunakan untuk mengatur atau memainkan lampu sein agar bisa berkedip-kedip. Berikut adalah bentuk relay yang digunakan pada sepeda motor:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.