Motor Driver Dengan IC L293D

Posted on

Ada banyak jenis motor driver yang digunakan oleh Developer hardware untuk digunakan dalam project yang mereka buat, salah satunya adalah motor driver dengan menggunakan IC L293D yang paling banyak digunakan. saya sendiripun menggunakan IC L293D sebagain motor driver sudah lama karena sangat gampang untuk menggunakanya. Untuk mendapatkana cukup mudah dan murah, kita bisa mendapatkan IC ini pada toko-toko elektronik dengan harga kisaran Rp 7.000 sampai dengan Rp 20.ooo tergantung pada toko dan kota mana anda belikan IC L293d ini. Rangkaian pada IC L293D ini cukup sederhana, yaitu memiliki 4 input dan 4 output yang akan dihubungkan dengnan moto DC yang ingin kitra kontrol. Berikut adalah rangkaian dari IC L293d:

Input dan Output

Pada gambar diatas kita bisa melihat bahwa terdapat 4 input dan 4 output. pada pin input akan mengatur dan mengontrol pin output masing-masing, yaitu Input 1 akan menggontrol Output 1 dan seterusnya. Pin input akan dihubungkan dengan kontroller, seperti mikrokontroller ATmega misalnya, yang berfungsi untuk memberikan sinyal untuk mengontrol IC L293d tersebut. Sinyal yang diberi berupa logika 1 (high) atau 0 (low). Ketika pin input mendapatkan logika 1 (high) maka ouptunya akan aktif dan sebaliknya jika diberi logika 0 (low) maka output akan nonaktif atau mati (kalau logika saya disini nilai 1 akan dihubungkan dengan input daya pada VCC2, sedangkan saat diberi nilai 0 maka terhubung pada GND). Motor akan berputar jika pada kedua output (misal ouput 1 dan ouput 2) memiliki sinyal yan berbeda, jika masing-masing menerima logika 1 dan 0 atau 0 dan 1 maka motor DC dapat bergerak, namun jika memiliki nilai logika yang sama yaitu 0 dan 0 atau 1 dan 1 maka motor DC akan berhenti atau tidak berputar.

Pin Enable, untuk apa?

Pada rangkaian diatas juga terdapat dua pin Enable yang berada pada pin ke 1 dan 9 yang berguna untuk mengkaktifkan fungsi input dan output. Pada Enable 1 akan mengontrol input dan output 1 dan 2, sedangkan pada Enable 2 akan mengontrol Input dan output 3 dan 4. Bagaimana cara kerja pin Enable? apa pengaruhnya dengan input dan output? Jadi, jika saya logikakan pin Enable ini memberi jalan untuk masing-masing input dan output untuk aktif atau tidak, cukup memberi tegangan sebesar 4,5v-5,5v pada pin ini maka output dan input yang dikontrolnya dapat digunakan, maka jika tidak diberikan tegangan pada pin Enable maka input dan outputnya tidak bisa bekerja.

Kemudaian terdapat VCC 1 dan VCC 2, apa bedanya??

kedua pin ini memiliki peran yang berbeda, dimana VCC 1 akan digunakan untuk memberi power atau tegangan listrik pada IC L293D agar bisa bekerja dan sedangkan VCC 2 berfungsi untuk memberi arus untuk motor DC yang ingin digunakan atau di kontrol. IC tersebut dapat bekerja pada tegangan sekitar 4,4v-5,5v DC agar bekerja maksimal. jadi maksimal suplay daya untuk VCC1 hanya sebesar 4,4v-5,5v DC saja. Untuk VCC 2 kita bisa menyuplay daya sebesar 3v-16v (tegangan tersebut sudah saya coba, untuk lebih dari 16v saya sendiri belum pernah coba).

Apakah VCC1 dan VCC2 bisa disambungkan?

Bisa saja, jika motor DC yang ingin kita kontrol membutuhkan tegangan hanya sebanyak 5v saja, lebih dari itu antara VCC1 dan VCC 2 tidak dapat dihubungkan karna akan menyebabkan IC L293D panas dan kebakar.

Ada pertanyaan lain?

Silahkan teman-teman tulis pertanyaan di kolom komentar dibawah 😀

Baca Juga:

Cara Menggunakan Motor Driver L293D Pada Mikrokontroller ATmega

Cara Kerja Motor Driver IC L293D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.